Cute Onion Club - Onion Head

Connect with Us

Kamis, 10 Oktober 2013

Praktikum Mikrobiologi "Susu Bubuk" Kelas 4


KATA PENGANTAR

            Kami selaku penyusun makalah mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya lah sehingga makalah ini dapat selesai.
            Seiring dengan perkembangan pendidikan di indonesia dalam rangka meningkatkan pemahaman dan menambah wawasan siswa dalam belajar terutama di dalam bidang ilmu kimia fisika, kami memaparkan salah satu materi yang terkait dengan ilmu kimia fisika tersebut, maka siswa diharapkan dapat mengusai materi tersebut.
            Makalah ini tidak mungkin dapat selesai tanpa bantuan buku dan internet.Oleh karena itu kami selaku penyusun berharap makalah ini dapat diterima dan bermanfaat bagi teman-teman.
            Kami selaku penyusun mengucapkan terima kasih apabila makalah ini dapat diterima dengan baik.Dan kami mohon maaf apabila makalah ini memeliki kekurangan.





Penyusun







DAFTAR ISI

Halaman Judul         
Kata Pengantar .....................................................................................................   1
Daftar Isi ................................................................................................................   2
Bab IPendahuluan
A.    Latar Belakang ............................................................................................   3
B.     Tujuan .........................................................................................................   5
C.     Manfaat .......................................................................................................   5
Bab IITujuan Pustaka
A.    Susu Bubuk (Skim Milk Powder) ...............................................................   6
B.     Pengujian Angka Lempeng Total ...............................................................   7
C.     Bakteri Coliform .........................................................................................   7
D.    Bakteri E. Coli .............................................................................................  7
E.     Bakteri Salmonella ......................................................................................   8
F.      Bakteri Staphylococcus Aureus ..................................................................   8
Bab III Metode Pengujian
A.    Pengujian Angka Lempeng Total ...............................................................   9
B.     Pengujian Bakteri Coliform ........................................................................   9
C.     Pengujian Bakteri E. Coli ...........................................................................   10
D.    Pengujian Bakteri Salmonella .....................................................................   11
E.     Pengujian Bakteri Staphylococcus Aureus .................................................   12
Bab IV Hasil Pengamatan& Pembahasan
Hasil Pengamatan ............................................................................................   13
Pembahasan.....................................................................................................    15
Bab V Penutup
Kesimpulan .......................................................................................................  16
Kritik.................................................................................................................   17
Saran .................................................................................................................  17
Daftar Pustaka ......................................................................................................   18
Lampiran ................................................................................................................  19


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar  Belakang
            Ketersediaan bahan pangan yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi masyarakat merupakan suatu hal yang sangat penting. Bahan pangan dapat menjadi tempat berkembang biak yang sangat baik bagi mikroorganisme, sehingga hal ini dapat menyebabkan keracunan pangan yang akan berdampak terhadap hilangnya kepercayaan konsumen, kepanikan dan lain sebagainya. Penyakit yang disebabkan karena terkonsumsinya racun dalam makanan disebut dengan foodborne intoxication. Sedangkan penyakit yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan disebut dengan foodborne disease.
            Bahan pangan yang berkualitas dan aman merupakan suatu tuntutan yang harus dipenuhi dewasa ini. Hal ini akan menjadi tantangan lain dalam sistem keamanan pangan. Menurut SNI No. 01-6366-2000, persyaratan mutu produk bahan pangan yang baik dan aman dikonsumsi adalah bebas residu (residu free) baik terhadap bahan hayati, bahan kimia, pestisida, logam berat, antibiotika, hormon dan obat-obatan lainnya maupun terhadap cemaran mikroba yang dapat menularkan penyakit. Oleh karena itu, untuk memenuhi persyaratan tersebut dibutuhkan berbagai uji mikrobiologis baik yang mencakup uji kualitatif maupun uji indikator.
            Susu merupakan bahan makanan sempurna dan mempunyai nilai gizi tinggi. Kandungan zat gizinya selain bernilai tinggi juga lengkap. Perbandingan zat gizi di dalam susu sangat ideal, mudah dicerna serta dapat diserap oleh darah dengan sempurna. Bagi manusia, susu merupakan sumber makanan utama untuk beberapa bulan kehidupannya. Selain itu susu juga merupakan sumber makanan bernilai gizi tinggi bagi manusia dewasa maupun orang tua.
Di Indonesia, susu bubuk merupakan salah satu produk olahan susu yang banyak dipasarkan. Susu bubuk tidak hanya dikonsumsi oleh balita tetapi juga dikonsumsi oleh semua tingkatan umur hingga orang tua. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang sangat tinggi terhadap susu, maka Indonesia melakukan importasi dari berbagai negara.
            Kondisi susu yang memiliki nilai gizi yang sangat ideal dan mudah diserap oleh darah dengan sempurna juga sangat disukai oleh mikroorganisme patogen maupun apatogen untuk berkembang. Akibatnya apabila yang mengkontaminasi susu adalah mikroorganisme patogen maka susu dan hasil olahannya dapat menularkan penyakit (foodborne disease) dan bertindak sebagai sumber zoonosis.
            Sebaliknya apabila mikroorganisme apatogen yang mengkontaminasi susu maka susu dan hasil olahannya menjadi cepat rusak, bau, tengik dan kualitas susu menurun. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen yang sering terdapat dalam susu yang terkontaminasi. Bakteri ini menghasilkan enterotoksin dan sangat penting dalam kasus keracunan makanan. Selain itu bakteri ini juga dapat menjadi peyebab mastitis, sehingga bakteri ini sudah sewajarnya mendapatkan perhatian agar tidak merugikan manusia.
            Standar ini menetapkan prinsip pengujian angka lempeng total (ALT) pada produk susu termasuk persyaratan peralatan, media dan pereaksi, kondisi media uji. Metode penentuan angka lempeng total ini digunakan untuk menentukan jumlah total mikroorganisma aerob dan anaerob (psikrofilik, mesofilik dan termofilik) pada produk susu. Prosedur pengujian dibagi menjadi dua cara yaitu untuk metoda cawan agar tuang/pour plate method dan metoda cawan agar sebar/spared plate method.
Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fecal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fecal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu, mendeteksi coliform jauh lebih murah, cepat, dan sederhana daripada mendeteksi bakteri patogenik lain .Salah satu anggota kelompok coliform adalah E.coli. Karena E.coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia, maka E.coli sering disebut sebagai coliform fekal. Pengujian coliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E.coli karena hanya memerlukan uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E.coli .
Prodak makanan yang terkontaminasi oleh baktei ini sangat membayakan, misalnya saja pada prodak susu, prodak ini biasnya banyak dikonsumsi oleh anak-anak. Untuk mengetahui keamananya maka dilakukakanlah uji E.coli pada sampel susu bubuk ini.
Dalam setiap kejidupan makhluk hidup, tidak akan bisa lepas pada bakteri. Begitu juga dengan produksi susu . Bakteri di dalam kehidupan kita memiliki peran yang kadang kala merugikan dan juga kadang kala menguntungkan. Pada produksi makanan atau miniman  terutama produk yang akan dikonsumsi oleh manusia seperti susu  harus terbebas dari kandungan bakteri yang merugikan konsumen( patogen).
Untuk itulah perlu adanya sebuah pengamatan yang dilakuakan dan penanganan khusus untuk dapat mereduksi atau menghilangkan bakteri yang dapat merusak produk susu dan terutama lagi harus terbebas dari bakteri patogen yang sangat merugikan manusia. Untuk itulah kita dapat melihat berbagai jenis bakteri pada produk susu.

B.     Tujuan
Studi ini bertujuan untuk menghitung angka lempeng total, mendeteksi bakteri E. Coli, Staphylococcus aureus,Coliform, dan Salmonellapada susu bubuk skim dengan SNI No. 01-6366 - 2000 dan SNI No. 01 – 2970 - 1992.

C.     Manfaat
Hasil pengamatan ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan terhadap kegiatan importasi bahan susu bubuk skim (skim milk powder) dan sebagai bahan informasi (penyuluhan) bagi masyarakat tentang kualitas dan keamanan susu bubuk skim.

















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.           Susu Bubuk (Skim Milk Powder)
            Susu bubuk adalah susu bubuk berlemak, rendah lemak dan tanpa lemak atau tanpa penambahan vitamin, mineral dan bahan tambahan makanan yang diijinkan. Susu bubuk dapat dibedakan dalam tiga kelompok yaitu a) susu bubuk berlemak (full cream milk powder) adalah susu sapi yang telah diubah bentuknya menjadi bubuk, b) susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) adalah susu sapi yang telah diambil sebagian lemaknya dan diubah bentuknya menjadi bubuk, dan c) susu bubuk tanpa lemak (skim milk powder) adalah susu sapi yang telah diambil lemaknya dan diubah menjadi bubuk (SNI 1992).
Gizi yang tersedia dalam susu berupa protein, glukosida, lipida, garam-garam mineral dan vitamin sangat cocok untuk pertumbuhan dan pertambahan jumlah sel anak-anak dan mamalia muda lainnya. Sehubungan dengan itu mikroorganisme menggunakan susu sebagai bahan yang sangat ideal untuk pertumbuhannya (Soejodono 2004). Komposisi kandungan gizi dari berbagai jenis susu bubuk dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1.          Syarat Mutu Susu Bubuk dalam Cemaran Mikroba
No
Kriteria Uji
Satuan
Persyaratan
Susu bubuk lemak
Susu bubuk tanpa lemak
1.
Angka Lempeng Total
Koloni/g
Maks. 5 x 105
Maks. 5 x 105
2.
Bakteri Coloform
APM/g
Maks. 1 x 102
Maks. 1 x 102
3.
E. Coli
APM/g
< 3
< 3
4.
Salmonella

Negatif/100g
Negatif/100g
5.
S. Aureus
Koloni/25g
Maks. 1 x 102
Maks. 1 x 102



B.            Pengujian Angka Lempeng Total
            Angka Lempeng Total suatu produk pangan dapat mencerminkan teknik penaanganan tingkat dekomposisi, kesegara, kualitas sanitasi pangan.Disamping itudapat menegevaluasi sanitasi bahan pangan yang secara praktis tidak mendorong adanya pertumbuhan mikroba. Khusus untuk bahan panagn segar, angka lempeng total dapat dipakai untuk mengevaluasi perkiraan umur simpan

C.           Bakteri Coliform
            Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker.Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air.Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.

D.           Bakteri E. Coli
Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakterigram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besarmanusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin. Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein. Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masak, seperti daging hamburger yang belum matang.





E.            Bakteri Salmonella
            Salmonella adalah suatu genusbakterienterobakteriagram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi.

F.            Bakteri Staphylococcus Aureus
            Staphylococcus aureus (S. aureus) adalah bakteri gram positif yang menghasilkan pigmen kuning, bersifat aerob fakultatif, tidak menghasilkan spora dan tidak motil, umumnya tumbuh berpasangan maupun berkelompok, dengan diameter sekitar 0,8-1,0 µm.S. aureus tumbuh dengan optimum pada suhu 37oC dengan waktu pembelahan 0,47 jam.S. aureus merupakan mikroflora normal manusia. Bakteri ini biasanya terdapat pada saluran pernapasan atas dan kulit. Keberadaan S. aureus pada saluran pernapasan atas dan kulit pada individu jarang menyebabkan penyakit, individu sehat biasanya hanya berperan sebagai karier. Infeksi serius akan terjadi ketika resistensi inang melemah karena adanya perubahan hormon; adanya penyakit, luka, atau perlakuan menggunakan steroid atau obat lain yang memengaruhi imunitas sehingga terjadi pelemahan inang.










BAB III
METODE PENGUJIAN

1.      Pengujian Angka Lempeng Total

Alat:
-          Cawan petri
-          Pipet ukur
-          Erlemeyer 100ml
-          Penangas air 45 ± 1  C
-          Spirtus
-          Sengkelit (Ose )
-          Lemari pengeram 36 ±1 C
-          Alat penghitung koloni ( colony counter )
Bahan :
-          Samlpe susu bubuk
-          Buffered Peoptone Water ( BPW)
-          Plate Count Agar (PCA)
-          Alkohol




Prosedur kerja :
-          Melakukan pesiapan homogenisasi contoh
-          Memipet 1ml dan masing-masing pengenceran ke dalam cawan petri yang steril
-          Menuangkan media PCA yang telah dicairkan yang bersuhu 45± 1C
-          Menghomogenkan cawan petri dengan hati-hati
-          Biarka campuran petri memadat
-          Memasukkan cawan petri dengan posisi terbalik ke dalam lemari pengeram (incubator) didinkubasi pada suhu 35±1C selama 24-28 jam.
-          Mengamati pertumbuhan koloni bakteri
-          Menghitung


2.      Pengujian Bakteri Coliform
Alat :

-          Erlenmeyer
-          Tabung Durham
-          Tabung reaksi
-          Rak tabung
-          Pipet Volume
-          Sengkelit (Ose)
-          Incubator 36 ± 10C
-          Cawan petri
-          Penangas air
-          Pipet ukur
-          Laminar flow

Bahan :

-          Sample Susu Bubuk
-          BGLB
-          LB
-          BPW (pengencer)
-          Aquadest

Prosedur Kerja :
            Uji Duga :
-          Membuat larutan pengencer BPW, hingga diperoleh pengenceran 1 : 10
-          Dipipet masing-masing 1 mL setiap pengenceran kedalam masing-masing 3 tabung yang berisi media LB dengan tabung durham terbalik
-          Melakukan hal yang sama pada masing-masing pengenceran (10-2, 10-3) tiap pengnceran menggunakan pipet yang steril
-          Diinkubasi selama 1 – 2 x 24 jam suhu 370C
Hasil positif ditandai dengan terbentuknya gas pada tabung durham.


3.      Pengujian bakteri E.coli

Alat :
-          Erlemeyer
-          Tabung durham
-          Tabung reaksi
-          Rak tabung
-          Pipet volume
-          Sengkelit (Ose)
-          Inkubator  36± 1C
-           Cawan Petri
-          Penangas air
-           pipet ukur
-          Laminar flow
Bahan :
-          Sample susu bubuk
-          Aquadest
-          BPW ( pengencer)
-          LB
-          BGLB
-          ECB
-          EMBA







Prosedur kerja :
1.      Melakukan uji duga
2.      Melakukan uji penegasan
3.      Melakukan uji lengkap
Uji penegasan :
-          Memasukka sengkelit biakan positip gas dari uji duga, ke dalam tabung reaksi yang berisi media ECB dengan durham terbalik.
-          Menginkubasi dalam penagngas air pada suhu selama 24-28 jam.
-          Mengamati tabung yang terbentuk positip gas
-          Melanjutkan penetapan E.coli dengan menginokulasi iakn yang terbentuk gas ke perbenihan EMBA dalm cawan petri.
-          Diinkubasi selama 12-24 jam. Suhu
-          Pengamatan ditunjukkan dengan warna hijau metalik.


4.      Pengujian bakteri Salmonella

Alat :
-          Erlemeyer
-          Tabung reaksi
-          Rak tabung
-          Cawan patri
-          Pipet ukur
-          Sengkelit (ose)
-          Incubator penangas air
-          Laminar flow
Bahan :
-          LB
-          SCB
-          BSA
-          Aquadest steril
-          Alkohol

Prosedur Kerja :
-          Membuat Media LB
-          Memasukkan sample kedalam media LB, diinkubasi pada suhu 360C selama 1 x 24 jam
-          Membuat media SCB (Do Not Autoclave)
-          Memipet 4 mL kedalam tabung reaksi dan 1 mL sample yang telah diinkubasi
-          Kemudian diinkubasi 360C selama 1 x 24 jam
-          Pengamatan positif menunjukan adanya endapan merah pada dasar tabung reaksi
§  Penanaman pada perbenihan selektif
-          Memindahkan sengkelit dengan cara menggoreskan biakan kedalam cawan petri yang berisi media BSA
-          Diinkubasi pada suhu 370C selama 1 x 24 jam
-          Diamati koloni ditunjukkan dengan koloni yang berwarna hitam metallic.


5.      Pengujian bakteri Stphylococcus Aureus

Alat :
-          Erlemeyer
-          Tabung reaksi
-          Rak tabung
-          Cawan petri
-          Pipet ukur
-          Sengkelit (ose)
-          Inkubator penangas air.
-          Laminar flow
Bahan :
-          Sample susu bubuk
-          BPW ( pengencer )
-          Kalium telurit
-          VJA
-          BHIB
-          Plasma kelinci


Proedur kerja :
-          Membuat larutan pengencer BPW, hingga diperoleh pengenceran 1:10
-          Memipet 0,1ml suspensi ke atas permukaan VJA, agar disebarkan merata “ teknik spread plate” ( sebelum menuang VJA ditambah terlebih dahulu kalium telurit).
-          Diinkubasi pada suhu  selama 30-48 jam.
-          Stahylococcus ditunjukkan adanya kolini yang berwarna hitam mengkilat dengan lingkaran cerah disekelilingnya.
§  Uji koagulase
-          Dipindahkan koloni yang positip ke dalam tabung berisi 5ml BHIB
-          Diinkubasi selama 20-24 jam pada suhu C.
-          Disiapkan tabung steril yang berisi plasma kelinci sebanyak 0,3ml  dan tambahkan 0,1ml biakan dalam BHIB yang berumur 24jam.
-          Diinkubasi kedua  campuran selama 2-6 jam dapa suhu C.
-          Diamati ada tidaknya koagulasi, bila tidak terjadi koagulasi dilanjutkan selama 24 jam.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN& PEMBAHASAN


PENGAMATAN
No
Judul Penetapan
Hasil Pengamatan
Syarat Mutu SNI
1.
Pengujian Angka Lempeng Total
3,7 x102 koloni/g
Maks 5 x105 koloni/g
2.
Pengujiab bakteri Coliform
43 APM/mL
Maks 1x102 APM/mL
3.
Pengujiab bakteri E. Coli
11 APM/mL
<3 APM/mL
4.
Pengujiab bakteri Salmonella
Negatif
Negatif/gram
5.
Pengujiab bakteri Staphylococcus A
1,2x102 CFU
Maks 1x102 CFU


         1.         Pengujian Angka Lempeng Total

         2.         Pengujian Bakteri Coliform
         3.         Pengujian Bakteri E.coli

         4.         Pengujian Bakteri Salmonella





         5.         Pengujian Bakteri Stphylococcus Aureus




          PEMBAHASAN

              1.         Pengujian Angka Lempeng Total
Pengujian angka lempeng total digunakan untuk evaliuasi perkiraan umur simpan dengan menggunakan metode perhitungan cawan, pada asumsinya bahwa setiap sel mikroorganisme hidup dalam suspensi akan tumbuh menjadi satu koloni setelah ditumbuhkan dalam media pertumbuhan dan lingkungan yang sesuai, setelah diinkubasi jumlah koloni yang tumbuh dihitung dan merupakan perkiraan atau dugaan dari jumlah mikroorganisme dalam suspensi tersebut. Pada metode ini digunakan media pembenihan danpengenceran yaitu BPW sebagai larutan penyangga sehingga mikroba tidak sulit untuk dihitung dan PCA sebagai  media pertumbuhan mikroorganisme.

          Dalam sampel susu bubuk didapatkan jumlah koloni pada pengenceran 10-1sebesar 3,7 x 102 dan pada pengenceran 10-2 dan 10-3  tidak terdapat koloni. Menurut teori bila diperoleh perhitungan <30 dari semua pengenceran maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan dan menurut standar mutu SNI pada sampel susu bubuk menyatakan bahwa standar jumlah angka lempeng total maksimal 5 x 105. Jadi, susu bubuk tersebut telah memenuhi standar mutu SNI karena angka lempeng totalnyatidak melebihi dari standar mutu SNI.

              2.         Pengujian Bakteri Coliform
Coliform adalah kolompok gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Digunaan media BHIB karena didalam media ini mengandung lactose dan garam empedu(Bile Salt) yang hanya menginsinkan coliform untuk tumbuh. Sedangkan BPW sebagai larutan penyangga sehingga mikroba tidak sulit untuk dihitung.
Pada pengujian bakteri coliform, pada media LB pengenceran 10-1 ketiga tabung positif, penegnceran 10-2 satu tabung positif dan pengenceran 10-3 tidak terdapat tabung yang positif sedangkan pada media BGLB pengenceran 10-1 satu tabung positif, penegnceran 10-2 satu tabung positif dan pengenceran 10-3 tidak terdapat tabung yang positif

              3.         Pengujian Bakteri E.coli
E.Coli adalah salah satu bakteri yang tergolong coliform dan hidup secara normal didalam kotoran manusia dan hewan, oleh karena itu disebut juga bakteri coliform fekal.
Pada pengujian Bakteri E. Coli, bakteri hanya terdapat pada pengenceran 10-1dan 10-2sedangkan pada 10-3 tidak terdapat koloni hijau metalik

              4.         Pengujian Bakteri Salmonella
Salmonella adalah bakteri berbentuk batang dengan diameter 0.7-1.5 nanometer, memmiliki panjang 2-5 nanometer, termaksud dalam bakteri gram-negatif , tidak menghasilkan spora, utamanya motile serta memiliki flagella diseluruh permukaan selnya (peritrichious).
Pada pengujian bakteri Salmonella, tidak terdapat bakteri yaitu koloni hitam pada media BSA


              5.         Pengujian Bakteri Stphylococcus Aureus
Stphylococcus aureus merupakan bakteri berbentuk bulat yang terdapat dalam bentuk tunggal, berpasangan, tetrad atau berkelompok seperti buah anggur, jenis tidak bergerak, tidak berspora, dengan diameter 0,7-0,9 µm, famili micrococceae dan termasuk gram positif.
Pada pengujian bakteri staphylococcus aureus,terdapat koloni pada pengenceran 10-1, 10-2 dan 10-3 pada media VJA, karena pada media VJA bakteri staphylococcus aureus dapat tumbuh dengan baik karena mengandung mannitol , tellurite dan lithium cloride yang berperan untuk mengisolasi bakteri yang bersifat koagulase positif
Dan pada pratikum yang telah dikerjakan , jumlah SPC koloni yang di laporkan 1,2x103 yang diambil dari pengenceran terendah karena jumlah koloni <30  sehingga yang di ambil untuk di laporkan yang pengenceran yang terendah yaitu 1,2x102 koloni/25g

















BAB V
PENUTUP

        KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa
         1.         Pengujian Angka Lempeng Total
Sample Susu kental manisyang dianalisa memenuhi syarat mutu SNI, karena angka Lempeng Total pada Susu kental manis adalah 1,0x101 koloni/g dan pada syarat mutu SNI adalah 1x104 koloni/g.
         2.         Pengujian Bakteri Coliform
Sample Susu kental manisyang dianalisa tidak memenuhi syarat mutu SNI, karena bakteri Coliform pada Susu kental manis adalah > 2400APM/mL dan pada syarat mutu SNI adalah10 APM/mL.
         3.         Pengujian Bakteri E.coli
Sample Susu kental manis yang dianalisa tidak memenuhi syarat mutu SNI, karena bakteri E. Coli Susu kental manis adalah 28 APM/g dan pada syarat mutu SNI adalah 3 APM/g.
         4.         Pengujian Bakteri Salmonella
Sample Susu kental manisyang dianalisa memenuhi syarat mutu SNI, karena Susu kental manis tidak memiliki bakteri Salmonella dan pada syarat mutu SNI Negatif/100g.

         5.         Pengujian Bakteri Stphylococcus Aureus
Sample Susu kental manis yang dianalisa tidak memenuhi syarat mutu SNI, karena bakteri Staphylococcus Aureus pada Susu kental manis adalah 3x101 koloni/gdan pada syarat mutu SNI adalah 1x102 koloni/g.
         6.         Pengujian kapang khamir
Sample susu kental manis yang di analisa tidak memenuhi syarat standar mutu SNI,  karena kapang khamir pada susu kental manis adalah 30 x 102 kol/g dan pada syarat mutu SNI adalah 1,0x102  kol/g.



DAFTAR PUSTAKA


Ø   Pusat Standardisasi Industri. SNI Susu Bubuk, SNI 01-2970-1992. Departemen Perindustrian
Ø   http://pphp.deptan.go.id/xplore/view.php?file=MUTU-STANDARISASI/STANDAR-MUTU/Standa_nasional/SNI_Ternak/Metode%20Uji/3.pdf
Ø   Drs. Saharuddin, dkk. 20121. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Makassar. SMAK Makassar









































LAMPIRAN

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More