Cute Onion Club - Onion Head

Connect with Us

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 17 Mei 2013

KISAH MASA SMA "SMAK MAKASSAR"


Hay sob, Mari kita mengenang kembali masa-masa SMA yang indah.
Sekolah kami bertempat tinggal di Pampang tepatnya SMK-SMAK MAKASSAR selama 4 tahun, SMAK itu kepanjangan dari Sekolah Menengah Analis Kimia, Kami angkatan 46 "Paladium".
Pengen tau kisah kita!!! Cekidot....

Begitu banyak hal yang terjadi di masa SMA putih Hijau. setiap suka dan duka memberi WARNA tersendiri.
Hampir semua orang mengakui, masa SMA adalah masa paling indah dan punya sejuta cerita. Mulai dari 'pemberontakan' pada aturan, ujian kesetiakawanan, hingga masa-masa cinta pertama bersemi. Tak heran jika masa SMA selalu menyimpan kenangan yang tak terlupakan.

“Sungguh aneh tapi nyata, tak kan terlupa, kisah kasih di sekolah dengan si dia..
Tiada masa paling indah, masa-masa disekolah, tiada kisah paling indah, kisah kasih disekolah…”
Yah, kira-kira seperti itu lah kutipan lagu kisah kasih disekolah, cukup sampe situ aja nyanyinya, sebelum nantinya admin dilempar cinta sepatu beserta kaos kakinya, iya suara admin ga ada bedanya dengan orang yang jual ember dari komplek ke komplek itu.

yang pasti gak jauh dari sekolah, admin mau ngebahas sedikit tentang hal-hal indah yang terjadi selama masa sekolah, tepatnya SMAK.

Ga apa kan sekali-kali bahas sesuatu yang ga berkaitan dengan urusan kimia yang menyiksa batin dengan rumus-rumus nya itu. :D

Selama 3 tahun di SMAK tercinta itu, Kami melaksanakan aktifitas tiap harinya disekolah! Bahkan kalau di perhitungkan kita lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah di banding dirumah. "Mau Tau aktifitas kami kaya gimana" Cekidott!

1.    Upacara 

Satu hal kalau bicara tentang sekolah, pasti otak admin langsung mengarah ke satu kegiatan ini. Ya upacara, tiap senin kita lakuin sob, bahkan ada dihari tertentu kita juga upacara, seperti HUT RI, Hari Kartini dsb.

Sadar ga sih sob, sebenarnya kebanyakan dari kita itu masih berat banget hatinya buat menjemur seluruh jiwa dan raga kita selama 45 menit itu (baca:upacara) . Bukitinya min? Buktinya, disuruh ngumpul buat baris tepat waktu aja susah banget., sampe2 salah satu guru harus datang langsung ke kelas buat turun kelapangan.
Salah satu yang membuat berkesan juga waktu upacara itu adalah RAZIA, nah ini, ternyata bukan banci-banci taman melati,alun-alun Kapuas aja yang  kena RAZIA. Dulu jaman sekolah juga kan, razia sepatu yg warna nya selain hitam dan kaos kaki yang sebenarnya warna putih tapi yang di pake warna hitam, Nama dan lokasi di baju, HP kamera dsb, untung aja ga ada razia murid Cantik, kalo ada admin waktu itu pasti selalu terjaring  *PEDE tingkat Kesultanan Melayu*

Sebenarnya banyak lagi sih yang berkesan saat upacara, intinya yang berkesan di upacara itu bukan isi dari upacara nya, melainkan sisi-sisi kocak yg udah admin jabarkan tadi. Ha ha ha benerkan sob?
Oke waktunya habis buat bagian upacara *suara lonceng berbunyi* *admin kabur pontang panting*

2.    Nyontek
 Nahhh ini nih, kayak nya udah jadi hal fitrah -_-“ pelajar-pelajar, bahkan sampe kampus pun alumni-alumni juga masih ada yang nyontek.
Kayak mimin gak pernah nyontek aja nih.

Siapa bilang ga pernah, ga afdol kalau gak melakukan ritual ini saat ulangan harian, ulangan umum, Mid semester atopun UAS, UAN.. hahaha waktu itu kondisi yang memaksakan sob*mulai buka-bukaan*

Banyak hal-hal kocak yang temen-temen admin pernah lakukan kalau soal mencontek ini, misalkan nulis contekan di kaki bagian betis *dikira buat tato ya sob, nyelipin kertas contekan nya dalam kaos kaki, bahkan daleman *upss

Sadar ga sob, ini punya nilai positif. kalau teknik-teknik yang dilakukan dalam mencontek ini sangat mengasah sobat-sobat semua, sobat berusaha sebisa mungkin untuk tidak ketahuan bapak/ibu guru yang ngawas, dan ini sangat mengasah kekreatifitasan sobat semua.. haha
Jadi konklusinya adalah, menconteklah sekreatif mungkin
*oke ini ajaran sesat ya adek-adek, jangan ditiru*

Yah yang namanya nyontek jelas aja itu perbuatan keji dan munkar, *hihi
“Bagaimana Negara ini mau maju kan, kalau generasi mudanya aja udah mulai untuk belajar korupsi”

3.    CINTA
 “Bertahan satu CINTA, bertahan satu C.I.N.T.A"

admin nyanyi lagi yaah.hihi

Laaah ini nih pembahasan admin yang mulai ditunggu-tunggu, siapa sih ga pernah ngerasain indahnya cinta? Bahkan kita ini ada awal salahsatunya juga karena CINTA.. suit suit
Terlebih cinta saat masa SMA, orang-orang bilang CINTA MONYET lah, entah kenapa disebut CINTA MONYET, admin kurang setuju, kalo begitu sebagai yang pernah merasakan indahnya itu berarti pernah menjadi MONYET, dan bertolak belakang dengan ke kecean admin -__-“.

Kalau ngomong soal yang satu ini, pasti kebanyakan muka kita memerah dan malu-malu?? Tuh kan sob, bener, muka sobat memerah tuh.hihi

Pokoknya cinta monyet ini indahnya  ga bisa di deskripsikan kata-kata deh. hihi
Min, pasti admin ga pernah ngerasain cinta monyet di SMA ini yah, admin kan moha?haha


Sompret lu sob, walaupun memiliki potensi menjadi mohaaa, admin tertariknya dengan cowo lah, :D
Kalo mau diulas tentang kisah admin, malu ah, yang pasti admin pernah dong merasain indah dan perihnya cinta monyet zaman 4laY nya admin..hihi
Lagipula kalo diceritain, nanti yang bersangkutan baca kan admin malu *admin adalah seorang pemalu* *fakta sekarang berkebalikan*


4.    Pesta ulang tahun ke 17

HB kata orang-orang dalam bahasa inggris, padahal bahasa kampong sendiri..hooo

Yah, salah satu ulang tahun yang dianggap special selama seumur hidup kita, karna kan ini peralihan dari masa 4laY, maaf maksud admin masa remaja ke dewasa.

Pokonya selama kelas 2 atau kelas 3 SMA itu banyak banget yang ngadain pesta ulang tahun ataupun sekedar syukuran ke 17 tahun masa hidup nya. Intinya makan gratis (titik)


“Nikmati lah setiap apa yang ada sekarang, jalani proses itu dengan sebaik-baiknya, karena setiap waktu itu sangat special, karena ini ga akan pernah berulang untuk kedua kali nantinya, dan ini sangat indah :)  “

Kisah cinta remaja

cerita cinta remaja
      Pagi itu aku berjalan menelusuri koridor sekolah yang tampak sepi. Wajar saja, waktu masih menunjukkan pukul 06.40. Terlalu awal untuk memulai aktivitas. “Hai Dini, Pagi !” sapa beberapa murid padaku. “Pagi teman-teman !”. Aku membalas sapaan mereka sambil melambaikan tangan dan tersenyum ceria. Ya ! Akulah Dini, Dini Riskayanti. Murid kelas X SMA yang paling gemar membuat majalah dinding. Hampir setiap majalah dinding di sekolah maupun di rumah tak luput dari karya-karyaku. Ya, aku memang senang berkreasi, menuangkan setiap karya-karya di dalam sebuah lembaran kertas agar dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

      Pagi ini memang tidak begitu cerah. Tak terdengar kicauan burung yang dulunya senantiasa mewarnai hariku. Namun aku tetap bersemangat ke sekolah dengan menjinjing sebuah tas ransel berwarna merah di pundakku. Dengan langkah gontai bak seorang penari yang sedang beratraksi di atas panggung, aku berjalan menuju perpustakaan. Perpustakaan dengan cat putih itu cukup kecil namun masih mampu memuat berbagai jenis buku.

      Keadaan terasa hening, di tempat itu aku hanya melihat Ibu Dian, si penjaga perpustakaan yang memecah keheningan dengan suara tumpukan buku-buku yang sedang di bereskannya. Aku melangkah mendekati pintu perpustakaan sambil celingak celinguk. Saat aku menoleh pada pojok perpustakaan, tampak sesosok laki-laki bertubuh jangkung yang sedang menyusuri deretan buku-buku di lemari buku sastra. Laki-laki itu memakai kacamata dengan sentuhan warna hitam pada ganggangnya. Baju yang terangkai rapi dengan ketiga lipatan di belakang membuatnya tampak semakin manis. Wajahnya terlihat datar mengamati kalimat demi kalimat yang tertera pada sebuah buku. Terkadang senyum simpul tergambar di wajahnya yang memberikan kehangatan dalam hatiku. Dialah laki-laki yang membuat hari-hariku lebih berarti.

      Segala informasi tentangnya, koleksi foto yang kuambil dalam berbagai kesempatan saat ia sedang beraktifitas serta profilnya telah kuabadikan dalam secarik kertas yang tertempel rapi di majalah dinding kamarku yang hanya berukuran sekitar 1 x 0.5 m. Mario Dinata, siswa terfavorite yang tiap tahunnya meraih Peringkat I Umum sehingga menjadi idaman para wanita, siswa kelas XI IPA 4, berumur 17 tahun 4 bulan, tinggi 178 cm dan berat 50 kg, kulit kuning langsat dengan sentuhan alis yang tebal, motornya bermerk Mio Soul berwarna hijau dengan nomor kendaraan DD 3867 NS dan masih banyak lagi informasi-informasi detail tentangnya yang membuat majalah dindingku nyaris penuh.

  Bahkan berita tentang kedekatannya dengan Kirana Cantika, sekretaris OSIS di sekolahku juga tak luput dari coretan penaku pada lembaran kertas warna-warni di mading kamarku. Kirana Cantika memang wanita yang cantik dan pintar. Lelaki manapun tentu akan tertarik dengannya, termasuk Mario. Namun sebelum melihat dengan mata kepalaku sendiri, aku tidak percaya dengan kabar yang memberitakan adanya hubungan special antara Mario dan Kirana. 
   
      Keesokan harinya pada saat istirahat, aku melihat Mario sedang mondar mandir di depan ruang guru. Wajahnya menyiratkan kebingungan. Aku tersenyum kecil melihat langkahnya yang pontang-panting, ia tampak sangat lucu. “Mungkin ini saatnya Tuhan, mungkin aku harus memberikan isyarat tentang perasaanku kepadanya.” Beberapa tumpukan buku  ditanganku sengaja kujatuhkan di hadapannya, berharap dia akan membantuku membereskan buku-buku tersebut. 

  Namun harapanku pupus, ketika sesosok wanita yang sudah tidak asing lagi bagiku meraih tangannya kemudian mengajaknya pergi dari tempat tersebut dengan terburu-buru. Dalam hitungan detik, Kirana dan Mario berlalu tanpa mempedulikanku yang tengah kesusahan membereskan buku-buku yang berserakan di lantai. Apakah dia tak peduli padaku ? Apakah aku hanyalah butiran debu yang tak berarti baginya? Hati kecilku menangis.

      Perjuanganku tak berakhir karena kejadian pahit tersebut. Sore hari, ketika aku mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, diam-diam aku menempelkan sebuah kertas yang telah dihiasi sedemikian rupa pada majalah dinding sekolah. Sebenarnya, tidak ada yang istimewa dari kertas tersebut. Hanya berisi lirik lagu yang berjudul “Mengejar Matahari” dan pada sudut kanan bawahnya kutuliskan “Untuk MD” sebagai inisial namanya. Lagu tersebut melambangkan bagaimana perasaanku padanya, seorang wanita yang tidak istimewa yang menyukai lelaki istimewa.

 Mario bagaikan sebuah matahari, yang senantiasa memancarkan sinarnya, memberikan kehangatan di muka bumi ini, membuat semua orang mengaguminya. Dan aku sadar, aku bagaikan tanaman kecil dibarisan paling belakang sedang menanti cahaya matahari yang tak kunjung datang. Namun, aku yakin suatu saat nanti dapat memperoleh cahaya matahariku.

      Pikiranku mulai menerawang jauh mencoba mengamati perjuanganku selama ini. Aku sadar Mario pasti tidak mengerti makna dari lagu yang kutulis dalam secarik kertas tersebut. Aku hanya berharap ia membaca lagu tersebut meskipun hanya sesaat. Tiba-tiba lamunanku pecah akibat sebuah pemandangan yang cukup menyakitkan hatiku. Di hadapanku, aku menyaksikan Mario dengan sepeda motornya yang masih berkilau dan belum lecet sedikitpun menggandeng Kirana. Mereka terlihat mesra. Bahkan tangan kanan Kirana melingkar di pinggang Mario. 

Apakah benar mereka berpacaran ? Apakah kabar yang kuterima selama ini  bukanlah angin lalu belaka ? Hatiku mulai melakukan penyangkalan namun pikiranku mencoba menerjemahkan kebenaran dari informasi yang kuperoleh sebelumnya. Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundakku, “Sudah aku katakan. Mereka berdua itu sepasang kekasih. Kamu nggak peduli sih !”, sahut Anji yang turut menjadi penyebar berita tentang Mario dan Kirana . Tanpa kusadari, hatiku yang seolah retak turut mengajak kakiku untuk berlari secepatnya menuju rumah. Untung saja, jarak rumahku tak jauh dari sekolah hanya sekitar 100 meter.

      Sesampainya di rumah, aku segera mengunci diri di dalam kamar. Aku tak kuasa lagi menahan tangis. Tanganku mencoba membuka laci meja belajar secara perlahan. Aku ingin mengambil selembar kertas berwarna untuk menuliskan suasana hatiku saat ini. Namun tiba-tiba saja tulang pergelangan tanganku terasa nyeri bahkan sulit digerakkan. Tanpa sengaja aku menjatuhkan laci tersebut sehingga berbagai lembaran kertas di dalamnya ikut terjatuh dan berserakan di lantai. Aku tidak mengerti mengapa tanganku seolah tak mendengarkan perintahku untuk membereskan kertas-kertas yang berserakan.

       Pandanganku tiba-tiba tertuju pada sebuah amplop yang berlogo Rumah Sakit Umum Tenriawaru Watampone. Amplop berwarna putih tersebut tak asing lagi bagiku bahkan amplop tersebut pernah menjadi bagian dari kisah suramku. Perlahan aku membuka amplop tersebut lalu menarik selembar kertas yang terdapat di dalamnya.  Aku mengamati kata demi kata yang tertera pada kertas tersebut. Mataku kembali berlinang air mata saat membaca sebuah kalimat “Anda dinyatakan positif terjangkit Leukemia Limfositik Kronis”.

      Tuhan, ingatanku kembali pada masa lalu. Masa yang penuh dengan penderitaan dan tangisan. Disaat seorang dokter menyiratkan wajah prihatin padaku. Seorang remaja berusia 15 tahun yang terjangkit Leukemia yang lebih akrabnya disebut Kanker Darah Putih. Salah satu jenis kanker di dunia yang menyerang sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang sehingga mengakibatkan sel darah putih berkembang tidak normal atau abnormal. 

Penyakit ini cukup mematikan, bahkan Dokter telah menyatakan umurku hanya tinggal beberapa bulan lagi. Namun Tuhan berkata lain, ia menganugerahkanku orang tua yang sangat menyayangiku dan setia mendampingiku, serta seorang lelaki yang secara tidak langsung menjadi semangat hidup bagiku. Dialah Mario, aku selalu berharap untuk dapat bersamanya suatu saat nanti. 

Keinginanku itu membuatku berusaha untuk bertahan. Bahkan aku semakin giat belajar, agar dapat menunjukkan citra yang baik kepadanya meskipun dalam kondisi yang lemah. Kini, keadaan berkata lain. Mario bukanlah untukku dan hanyalah bayangan semu bagiku. Dengan hati yang tidak begitu rela, aku mulai berusaha untuk melupakannya. Ia telah bersama dengan orang lain. Dia tidak membutuhkanku dan aku harus berusaha untuk menghindarinya.

      Tiba-tiba setetes darah menetes pada kertas hasil diagnosa tersebut. “Ya Allah, aku mimisan lagi,” batinku. Aku segera menuju toilet dan membersihkan darah segar yang keluar melalui hidungku. Tubuhku terasa sangat lemah, kepalaku sakit, semua tulangku terasa nyeri, napasku semakin sesak dan kini muncul jentik merah dengan ukuran bervariasi pada kulitku. 

Ayah dan Ibu mulai menyadari keadaanku ketika mendengar sebuah suara aneh terdengar dari kamarku. Mereka pun segera membawaku ke rumah sakit terdekat. Sesuai dugaanku, dokter mendiagnosa bahwa penyakit leukimiaku yang kronis dan sempat memberikan tanda-tanda kesembuhan telah memberontak kembali dan kini menjadi lebih akut. Akhirnya dokter memutuskan agar aku dirawat di rumah sakit.

      Selama berada di rumah sakit, keadaanku tidak kunjung membaik. Bahkan penyakit itu semakin melakukan perlawanan terhadap segala bentuk pengobatan yang diberikan kepadaku. Namun disaat-saat kritis seperti itu, aku memutuskan untuk dirawat di rumah. Aku ingin segera berada di kamarku dan merasakan kembali atmosfer kehidupan yang nyata tanpa adanya rasa sakit atau tangis.

      “Dini, jika itu keinginanmu. Ayah dan Ibu tak bisa menolak.” Akhirnya ayah memenuhi keinginanku meskipun dengan sedikit paksaan olehku. Aku senang dapat menginjakkan kaki di rumah. Kini aku dapat melupakan segala kesakitan yang kurasakan. Namun pada kenyataannya, setiap malam aku tetap mengalami demam dan mimisan. Kelenjar getah bening pada leher dan ketiakku mulai mengalami pembengkakan diiringi dengan tubuhku yang semakin kurus. 

Meskipun hanya terbentur oleh benda-benda yang tidak begitu keras, tubuhku dapat menyisakan luka lebam dan setiap menggosok gigi gusiku selalu saja berdarah. Dalam kondisi yang cukup lemah, akupun mencoba meraih sebuah buku yang kuletakkan di atas meja belajarku sehari sebelum aku dilarikan ke rumah sakit. Aku tersenyum melihat buku tersebut, “Kau akan berada di tangan yang tepat”, kataku pada buku tersebut seolah buku yang menyerupai album foto itu adalah seorang manusia yang dapat berinteraksi denganku.

      Aku merasa hidupku sudah tidak lama lagi, aku merasa napasku hanya tinggal beberapa menit lagi. Aku merasa lelah, aku ingin beristirahat dengan tenang. Aku tidak ingin lagi  merepotkan ayah dan ibu. 

Aku pun segera memanggil kedua orang tuaku. “Ayah, Ibu,” sahutku dengan suara yang samar-samar. Ayah yang sedari tadi menjagaku di kamar dan Ibu yang baru saja kembali dari dapur segera mendekatiku. “Ada apa anakku ?,” seru mereka hampir bersamaan. “Ayah, Ibu aku ingin meminta bantuan kalian,”. “Silahkan saja Dini !”sahut ayah. “Tolong Yah, Bu. Berikan buku ini pada seorang lelaki bernama Mario Dinata ketika ia datang menjengukku.” Ayah dan Ibu hanya mengangguk lesu sambil menggenggam tanganku. “Ayah, Ibu. Jangan khawatir ! Aku selalu bersama kalian, di dalam hati kalian,”. Ayah dan Ibu kembali mengangguk disertai dengan isak tangis. “Jaga hati kalian ! Karena aku akan selalu ada disana,”tambahku. Beberapa detik kemudian, aku tersenyum lalu menghembuskan napas terakhir.
*------*
Mario ...
 
      Pagi itu, sekolah tiba-tiba gempar dengan sebuah pemberitahuan yang disampaikan langsung oleh kepala sekolah. Beliau mengatakan bahwa seorang Siswa SMA Negeri 156 Watampone yang bernama Dini Riskayanti telah berpulang ke Rahmatullah dan para murid diperintahkan untuk segera melayat ke kediaman Almarhumah. Aku sendiri tidak begitu mengenal pemilik nama yang disebutkan tadi. 

Sekilas ingatanku memberikan bayangan, mungkin saja Dini Riskayanti itu adalah wanita yang selama ini selalu bertingkah aneh ketika berada di dekatku. Aku juga tidak mengerti dengan segala tindakan wanita itu. Dia memang sangat aneh. Namun, sebagai bentuk penghormatan terakhir, akupun ikut melayat ke kediaman Almarhumah.

      Beberapa menit kemudian aku memutuskan untuk kembali ke sekolah dan tidak mengikuti acara pemakaman jenazah. Namun sesosok tubuh yang diselimuti pakaian dan selendang berwarna hitam menahanku. Menurut informasi yang kuperoleh tadi, orang itu adalah ibu dari Almarhumah. “Nak, kamu yang bernama Mario Dinata?”tanyanya. “I..... Iya Bu,”jawabku gugup. “Ini ada kenang-kenangan untukmu dari Dini,”. Ibu itu pun segera berlalu. Dengan wajah yang sedikit bingung, aku mengamati bingkisan yang diberikan oleh Ibu tadi. Aku memutuskan untuk membukanya ketika sampai di sekolah.

      Sekolah masih tampak sepi, hanya ada sekitar 12 siswa yang juga telah kembali dari rumah duka. Sambil menikmati sebotol softdrink dan duduk melantai di taman sekolah, aku mulai membuka bingkisan yang diberikan kepadaku oleh orang tua Dini. Perlahan, aku melepaskan pita perekat yang direkatkan pada bingkisan tersebut. 

Ternyata isinya adalah sebuah buku yang berjudul Kasih Tak Sampai. Aku pun mulai membuka halaman demi halaman pada buku tersebut. Di dalamnya terdapat foto-fotoku dalam berbagai pose, profil lengkapku, dan informasi-informasi menarik lainnya tentangku. Diantara lembaran-lembaran halaman yang berisi foto tersebut juga terselip puisi indah yang khusus dibuatkan Dini Riskayanti untukku. Sebuah puisi yang mengungkapkan perasaannya padaku selama ini. 

Air mataku mulai menetes ketika membaca sebuah kalimat, “Aku masih sanggup menunggumu lebih lama. Namun, mungkin waktuku tidak akan mampu. Meskipun kau tidak pernah mengenal dan menyayangiku, aku tetap bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk mengenal dan menyayangimu. Matahariku,”

      Di bawah tulisan tersebut, terdapat sebuah goresan pena, sebuah puisi indah dan penuh makna yang menimbulkan rasa penyesalan dalam hatiku.

Mungkin dia tidak akan tahu
Betapa aku memujanya
Mungkin dia tidak akan tahu
Betapa ku sangat merindukannya
Mungkin dia tidak akan tahu
Aku sepi tanpanya ..
 
Mungkin dia tidak pernah tau
Bagaimana aku mencintainya
Mungkin dia tidak pernah tahu
Telah lama kupendam rasa ini ...
 
Namun dia harus tahu ..
Cintaku tak lekang oleh waktu
Ku akan selalu menyayanginya
Walau perih yang kurasa
Ku akan selalu mencintainya
Dalam sisa hidupku
 
Biarkanlah cinta ini abadi
Meski dia tidak akan pernah tahu ..
 
     “Betapa besar pengorbanan seorang Dini Riskayanti kepadaku. Aku minta maaf karena tidak mampu membalas perasaanmu. Aku minta maaf karena seringkali mengabaikanmu. Aku minta maaf karena telah menyakitimu. Aku minta maaf karena telah membuatmu menunggu.” Rasa bersalah timbul di benakku.

     Kini aku berjanji untuk selalu membahagiakan orang-orang yang menyayangiku. Aku sadar, bahwa merekalah yang terpenting bagiku. Aku akan membuat Dini bangga terhadapku. Dini, kamu akan menjadi kenangan yang indah dalam hidupku. Meskipun tidak banyak waktu yang kita lalui bersama. Sejak itu, aku sering mengunjungi makam Dini dan meletakkan sepucuk surat yang berisi karya-karya puisiku di atas batu nisannya. Untuk seseorang yang kini telah dipeluk bumi dan tidur dalam diam, terima kasih untuk seluruh cinta. 
 
 
~THE END~

Uji Rating (praktikum Organoleptik)

  • Prinsip
Uji deskripsi digunakan untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang karakteristik suatu produk. Oleh sebab itu, pada uji ini banyak sifat yang sensorik yang dinilai dan dianalisis secara keseluruhan. Sifat-sifat sensorik yang dipilih adalah terutama yang paling relevan terhadap mutu atau yang paling peka terhadap perubahan mutu suatu komoditi. Sifat-sifat sensorik mutu ini disebut atribut mutu. Misalnya ketengikan, warna, bau dan lain-lain.

  •   Pembahasan
Uji deskripsi digunakan untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang karakteristik suatu produk. Oleh sebab itu, pada uji ini banyak sifat yang sensorik yang dinilai dan dianalisis secara keseluruhan. Sifat-sifat sensorik yang dipilih adalah terutama yang paling relevan terhadap mutu atau yang paling peka terhadap perubahan mutu suatu komoditi. Sifat-sifat sensorik mutu ini disebut atribut mutu. Misalnya ketengikan, warna, bau dan lain-lain.
Kekurangan atau kelemahan dari uji deskripsi di antaranya adalah membutuhkan panelis yang memiliki konsentrasi tinggi dan juga kepekaannya. Biasanya sudut antara dua garis radial sama dengan
Uji deskripsi didesain untuk mengidentifikasi dan mengukur sifat-sifat sensori. Dalam kelompok pengujian ini dimasukkan rating atribut mutu dimana suatu atribut mutu dikategorikan dengan suatu kategori skala (suatu uraian yang menggambarkan intensitas dari suatu atribut mutu) atau dapat juga besarnya suatu atribut mutu diperkirakan berdasarkan salah satu sampel, dengan menggun skala rasio.
Uji deskriptif merupakan uji yang membutuhkan keahlian khusus dalam penilaiannya karena dalam uji ini panelis harus dapat menjelaskan perbedaan antara produk-produk yang diuji. Untuk melakukan uji ini, dibutuhkan penguji yang terlatih.
Uji deskriptif terdiri atas Uji Pemberian skor atau pemberian skala. Kedua uji ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan skala atau skor yang dihubungkan dengan deskripsi tertentu dari atribut mutu produk. Dalam sistem pemberian skor, angka digunakan untuk menilai intensitas produk dengan susunan meningkat atau menurun.
Kelompok uji ini membutuhkan panelis yang terlatih atau berpengalaman karena dalam uji ini panelis harus dapat menjelaskan perbedaan antara produk-produk yang diuji. Uji ini didesain untuk mengidentifikasi dan mengukur sifat-sifat sensori. Dalam kelompok pengujian ini dimasukkan rating atribut atau parameter mutu dimana suatu atribut mutu dikategorikan dengan suatu skala atau dapat juga berupa “besarnya” suatu atribut mutu diperkirakan berdasarkan salah satu sampel dengan menggunakan metode skala rasio. Uji deskripsi ini digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik sensori yang penting pada suatu produk dan memberikan informasi mengenai derajat atau intensitas karakteristik tersebut (Anonim, 2006).
. Untuk melakukan uji ini, dibutuhkan penguji yang terlatih. Uji deskriptif terdiri atas Uji Pemberian skor atau pemberian skala. Kedua uji ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan skala atau skor yang dihubungkan dengan deskripsi tertentu dari atribut mutu produk. Dalam sistem pemberian skor, angka digunakan untuk menilai intensitas produk dengan susunan meningkat atau menurun. (Anonim, 2010)
Uji deskripsi digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik sensori yang penting pada suatu produk dan memberikan informasi mengenai derajat atau intensitas karakteristik tersebut. Uji ini dapat membantu mengidentifikasi variabel bahan tambahan (ingredien) atau proses yang berkaitan dengan karakteristik sensori tertentu dari produk. Informasi ini dapat digunakan untuk pengembangan produk baru, memperbaiki produk atau proses dan berguna juga untuk pengendalian mutu rutin. Uji deskriptif terdiri atas Uji Scoring atau Scaling, Flavor Profile & Texture Profile Test dan Qualitative Descriptive Analysis (QDA). Uji skoring dan scaling dilakukan dengan menggunakan pendekatan skala atau skor yang dihubungkan dengan desnripsi tertentu dari atribut mutu produk. Dalam sistem skoring, angka digunakan untuk menilai intensitas produk dengan susunan meningkat atau menurun. Pada Uji flavor/texture Profile, dilakukan untuk menguraikan karakteristik aroma dan flavor produk makanan, menguraikan karakteristik tekstur makanan. Uji ini dapat digunakan untuk mendeskripsikan secara komplit suatu produk makanan, melihat perbedaan contoh diantara group, melakukan identifikasi khusus misalnya off-flavor dan memperlihatkan perubahan intensitas dan kualitas tertentu. Tahap ujinya meliputi : Orientasi sebelum melakukan uji, tahap pengujian dan tahap analisis dan interpretasi data.
Panelis kepala atau panel leader menerangkan tujuan dari pengujian dan menyajikan contoh yang akan diuji, termasuk produk yang ada di pasaran.  Istilah-istilah yang akan digunakan dikembangkan dalam diskusi dan digunakan juga contoh referensi. Pengujian dilakukan dua sesi, yaitu sesi tertutup dan sesi terbuka. Pada sesi tertutup setiap panelis melakukan pengujian secara individu dan mencatat hasilnya, sedangkan pada sesi terbuka setiap panelis melaporkan hasilnya dan didiskusikan dengan pemimpin analisa. Analisis dan interpretasi data merupakan tanggung jawab pemimpin analisa yang harus mampu mengekspresikan hasil dari panelis, sehingga bisa dengan mudah dimengerti. Biasanya dalam uji ini tidak ada analisis statistik.
Uji Qualitatif Descriptive Analysis digunakan untuk menilai karakteristik atribut mutu sensori dalam bentuk angka-angka kuantitatif (Hui, 2006). Dalam industri uji QDA ini bermanfaat antara lain untuk menilai mutu produk baru terhadap produk lama, terhadap mutu produk saingan, menilai pengaruh penanganan terhadap suatu produk atau terhadap beberapa perubahan dalam pengolahan, untuk mendapatkan mutu produk yang seragam dari waktu-ke waktu, dari pengolahan ke pengolahan, analisa deskripsi dapat menolong penyelidikan penyebab perubahan atau ketidakseragaman dapat segera diketahui dan tindakan perbaikan dapat segera dilakukan, untuk dilakukannya diagnosis penyebab kemunduran, apakah karena mutu produk menurun atau sebab lainnya saat pasar suatu produk mundur, untuk mengetahui mutu hasil pengolahan dan menentukan apakah mutu produk mengalami penyimpangan dari waktu ke waktu.
Prosedur QDA meliputi Seleksi dan training panelis, mengembangkan istilah, uji sensori dan analisis data serta interpretasi hasil. Seleksi dimulai dengan menyeleksi calon panelis yang besar, misalnya 100 orang atau lebih. Calon panelis dapat diambil dari karyawan administrasi, pengolahan atau R & D. Kepada calon panelis dilakukan uji kemampuan dalam membedakan sifat sensori, misalnya dengan menggunakan uji segitiga. Dari calon panelis dapat dipilih 6 sampai 9 orang panelis untuk QDA. Kepada panelis terpilih kemudian dilakukan latihan dengan diberi briefing atau instruksi mengenai konsep, tujuan dan pendekatan untuk QDA kemudian diberi latihan dengan menguji produk dimana mereka dapat menggunakan persepsi mereka terhadap atribut mutu. Latihan dapat dilakuakan selama satu jam setiap hari atau 2 jam dua kali seminggu sehingga panelis siap mengembangkan deskripsi produk (Kusnandar, 2010).
            Dalam pengembangan istilah, panelis diminta menuliskan istilah-istilah yang sebaiknya digunakan dalam menguraikan penampakan, flavor, bau dan tekjstur dari produk. Dalam sesi ini diberikan bermacam-macam produk untuk memungkinkan mendapatkan bermacam-macam tingkatan mutu atau karakteristik dari produk yang diberikan. Istilah-istilah tersebut kemudian didiskusikan, dipilih dan dibakukan. Dalam pelaksanaan pengujian QDA digunakan score sheet yang dibuat berdasarkan tahapan sebelumnya, dan biasanya menggunakan skala garis misalnya sebagai berikut:
Lemah                                                 Sedang                                                Kuat
kemudian garis tersebut diberi skala angka setelah pengujian selesai dan dilakukan beberapa sesi ulangan pengujian (4 – 6 sesi ulangan).
Analisis data dilakukan sebagai berikut :
o  QDA score dikonversikan ke skala angka.
o  Hitung nilai setiap panelis per ulangan
o  Ambil nilai rata-rata seluruh panelis
o  Transformasikan ke dalam grafik majemuk, misalnya sebagai berikut :


Pada pengujian ini misal, sampel yang diujikan adalah sereal. Pengujian deskriptif diawali dengan penilaian atribut mutu yaitu rasa manis, kacang, biji-bijian, asin, pati, susu, karamel dan mentah. Masing masing atribut mutu tersebut dinilai menggunakan metode rating dengan skala 1 sampai 6, nilai satu diberikan jika atribut mutu tersebut memberi kesan sangat berat sedangkan 6 diberikan untuk memberi kesan sangat lemah. Data yang diperoleh kemudian ditransformasikan ke dalam grafik majemuk yang disusun secara radial dengan sudut antar dua garis radial yang sama besar. Masing-masing garis menggambarkan himpunan nilai mutu, sedangkan titik pusat menyatakan nilai mutu yang tertinggi.
            Berdasarkan grafik majemuk dapat dilihat bahwa untuk parameter mutu rasa manis, contoh A memiliki tingkat kemanisan yang lebih kuat dibanding contoh B, yaitu contoh A 2.57 sedangkan contoh B 4.83. Untuk parameter mutu rasa kacang kedua contoh tidak terlalu berbeda namun contoh B sedikit lebih kuat dibanding contoh A rasa kacangnya, yaitu contoh B 3.23 sedangkan contoh A 3.89. Begitu juga parameter mutu rasa  biji-bijian, perbedaan tidak terlalu jauh antara contoh A dan contoh B, namun contoh A memiliki rasa yang sedikit lebih lemah yaitu 3.43 dibanding contoh B yaitu 2.77. Untuk parameter rasa asin perbedaan sangat tipis sekali, contoh A memiliki rasa asin yang lebih kuat dengan nilai rataan 4.03, sedangkan contoh B agak lebih lemah dibanding contoh A dengan nilai rataan 4.34. Untuk parameter rasa pati berdasarkan grafik contoh B memiliki rasa pati yang lebih kuat yaitu 3.00 sedangkan contoh A 3.49. Untuk parameter rasa susu perbedaan sanagt nyata dimana contoh A memiliki rasa susu yang jauh lebih kuat dibanding contoh B yaitu 2.46, sedangkan ontoh B 4.20. Begitu juga untuk parameter rasa karamel dimana contoh B memiliki kesan rasa karamel yang lemah yaitu hanya 4.74, sedangkan contoh A memiliki rasa karamel yang jauh lebih kuat yaitu 3.06. Untuk parameter rasa mentah contoh B memberikan kesan rasa yang lebih kuat yaitu 3.23, sedangkan contoh A jauh olebih lemah yaitu hanya 4.69.
            Menurut penilaian kelompok kami, panelis lebih menyukai contoh A daripada contoh B. Hal ini mungkin dikarenakan contoh B masih berupa sereal asli tanpa tambahan bahan-bahan lainnya sehingga memiliki rasa kacang, biji-bijian, pati dam mentah yang sangat kentara, inilah yang menyebabkan panelis kurang menyukai contoh B. Selain itu contoh B mempunyai tingkat kemanisan yang rendah, kurang asin dan rasa susu serta karamelnya sangat kurang terasa. Agar contoh B dapat lebih disukai konsumen maka sebaiknya produsen meningkatkan rasa kemanisan produk dengan mencampurkan gula halus, meningkatkan rasa asin agar lebih gurih dengan menambah sedikit garam, menambahkan susu dan meningkatkan rasa karamel, selain itu produsen perlu mengurangi rasa kacang, biji-bijian, pati dan mentah agar tidak terlalu kentara.


Analisis Sensori Deskriptif
Analisis sensori deskriptif adalah metode analisis sensori dimana atribut sensori suatu produk atau bahan pangan diidentifikasi, dideskripsikan dan dikuantifikasi dengan menggunakan panelis terlatih khusus untuk uji ini. Analisis ini dapat dilakukan untuk semua parameter sensori dan bebebrapa aspek dalam penentuan profil cita rasa atau profil tekstur. Untuk praktikum ini, metode uji dekripsi yang digunakan adalah metode Analisis Deskriptif Kualitatif (Quantitive Deskriptive Analysis).
Analisis sensori deskriptif adalah metode analisis sensori dimana atribut sensori suatu produk atau bahan pangan diidentifikasi, dideskripsikan dan dikuantifikasi dengan menggunakan panelis terlatih khusus untuk uji ini. Analisis ini dapat dilakukan untuk semua parameter sensori dan bebebrapa aspek dalam penentuan profil cita rasa atau profil tekstur (Setyaningsih 2010). Susiwi (2009) mengungkapkan bahwa uji deskripsi digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik sensori yang penting pada suatu produk dan memberikan informasi mengenai derajat atau intensitas karakteristik tersebut. Sedangkan Septa (2010) mengatakan bahwa uji ini dapat membantu mengidentifikasi variabel bahan tambahan (ingredient) atau proses yang berkaitan dengan karakteristik sensori tertentu dari produk. Informasi ini dapat digunakan untuk pengembangan produk baru, memperbaiki produk atau proses dan berguna juga untuk pengendalian mutu rutin (Susiwi 2009). Ada beberapa jenis uji deskripsi yang umum digunakan, di antranya Metode Profil Flavor, Analisis Atribut Profil, Analisis Deskriptif Kuantitatif (QDA), Analisis Spektrum, dan Metode Profil Tekstur.
Salah satu metode uji deskripsi adalah metode Analisis Deskriptif Kualitatif (Quantitive Deskriptive Analysis). Metode QDA didasarkan pada kemampuan panelis dalam mengekpresikan persepsi produk dengan kata-kata menggunakan cara yang terpercaya. Ciri khusus yang ditemukan pada metode QDA yaitu penggunaan baris yang tidak berstruktur, adanya instruksi dimana panelis diminta member tanda pada garis sesuai dengan intensitas persepsi yang diterima, serta panelis yang dilibatkan adalah panelis yang telah terseleksi melalui pengujian terlebih dahulu. Data yang diperoleh dari uji dengan metode ini disajikan dalam bentuk grafik jaring laba-laba (spider web). Dengan nilai nol pada titik pusat untuk setiap atribut. Selain disajikan dalam spider web, hasil pengujian dengan metode ini juga dapat diolah dengan Principal Component Analysis (PCA) (Setyaningsih 2010). Dari kedua alternatif pengolahan data yang dapat digunakan, hasil uji QDA dalam praktikum ini disajikan dalam bentuk grafik jaring laba-laba.



HEDONIK TEST

Pengertian
Uji kesukaan juga disebut uji hedonik. Panelis dimintakan tanggapan pribadinya tentang kesukaan atau sebaliknya (ketidaksukaan).  Selain itu panelis juga mengemukakan tingkat kesukaannya. Tingkat – tingkat kesukaan ini disebut skala hedonik. Misalnya dalam hal “ suka “ dapat mempunyai skala hedonik seperti : amat sangat suka, sangat suka, suka, agak suka. Sebaliknya jika tanggapan itu “ tidak suka “ dapat mempunyai skala hedonik seperti suka dan agak suka, terdapat tanggapannya yang disebut sebagai netral, yaitu bukan suka tetapi juga bukan tidak suka ( neither like nor dislike ).
Skala hedonik dapat direntangkan atau diciutkan menurut rentangan skala yang  dikehendakinya. Skala hedonik dapat juga diubah menjadi skala numerik dengan angka mutu menurut tingkat kesukaan. Dengan data numeric ini dapat dilakukan analisis secara statistik. Penggunaan skala hedonik pada prakteknya dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan. Sehingga uji hedonic sering digunakan untuk menilai secara organoleptik terhadap komoditas sejenis atau produk pengembangan. Uji hedonik banyak digunakan untuk menilai produk akhir.

Organisasi Pengujian
1.      Jumlah Panelis : -     Agak Terlatih           : 20 – 25 Orang
-          Tidak Terlatih          : 80 Orang keatas
2.      Jumlah contoh setiap penyajian
·         Contoh yang sulit dinilai               : 1 – 6 contoh
·         Contoh yang mudah dinilai          : 1 – 12 contoh

Cara Penyajian Contoh
Contoh uji hedonik disajikan secara acak dan dalam memberikan penilaian panelis tidak mengulang-ulang penilaian atau membanding-bandingkan contoh yang disajikan. Sehingga untuk satu panelis yang tidak terlatih, sebaiknya contoh disajikan satu per satu hingga panelis tidak akan membanding-bandingkan satu contoh dengan lainnya. Sebagai contoh dapat disajikan 3 jenis teh kotak dari 3 macam merek.
 
Ø  Uji mutu hedonik
Berbeda dengan uji kesukaan uji mutu hedonik tidak menyatakan suka atau tidak suka melainkan menyatakan kesan tentang baik atau buruk. Kesan baik – buruk ini disebut kesan mutu hedonik. Karena itu beberapa ahli memasukkan uji mutu hedonik kedalam uji hedonik. Kesan mutu hedonik lebih spesifik dari pada sekedar kesan suka atau tidak suka. Mutu hedonik dapat bersifat umum, yaitu baik atau buruk dan bersifat spesifik seperti empuk / keras untuk daging, pulen – keras untuk nasi, renyah, liat untuk mentimun. Rentangan skala hedonik berkisar dari extrim baik sampai ke extrim jelek. Skala hedonik pada uji mutu hedonik sesuai dengan tingkat mutu hedonik. Jumlah tingkat skala juga bervariasi tergantung dari rentangan mutu yang diinginkan dan sensitivitas antar skala. Skala hedonik untuk uji mutu hedonik dapat berarah satu dan berarah dua. Seperti halnya pada uji kesukaan  pada uji mutu hedonik, data penilaiaan dapat ditransformasi dalam skala numerik dan selanjutnya dapat dianalisis statistik untuk interprestasinya.

Ø  Statistika Pengolahan data pengujian organoleptik
Statistika pengolahan data dan laporan pengujian yang penting antara lain adalah penyusunan data atau penataan data sampai dengan diperoleh tentang jenis data frekuensi data. Tampilan data dalam bentuk tabel, grafik atau diagram perlu untuk meningkatkan kualitas informasi. Selanjutnya adalah tahapan pengolahan data yang meliputi analisis pemusatan dan penyebaran data. Pengolahan data suatu pengujian bertujuan untuk mendapatkan nilai:
- Nilai rata-rata atau nilai tengah pengujian
- Keragaman dari nilai pengujian
- Simpangan baku dari nilai-nilai pengujian
Cara pengolahan data yang sering digunakan adalah dengan menggunakan analisis keragaman /analisis peragam ( Analisys of varian atau ANOVA). Berikut disajikan sebuah data hasil pengujian organoleptik yang dihimpun dari hasil pengindraan 15 orang panelis yang diberi tugas untuk menilai kesuakaannya terhadap sejumlah contoh. Dalam uji ini panelis diminta untuk menentukan tingkat kesukaannya terhadap rasa manis dari 5 contoh manisan nata de coco dengan keriteria penilaian kesan sebagai berikut:
Nilai 3 jika kurang manis ( kurang /tidak suka)
Nilai 5 jika cukup manis ( agak suka)
Nilai 7 jika manis (suka)
Nilai 9 jika sangat manis ( sangat suka)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More